“Me Time!” Di sela Menunggu anak Sekolah PDF Print E-mail

Saya adalah ibu dari seorang puteri batita. Sebelum memiliki anak, saya juga pekerja kantoran yang banyak menghabiskan waktu untuk karir. Begitu memiliki anak, anugerah yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk kehadirannya, saya memutuskan untuk resign. Membawa serta seluruh hati dan energi  untuk mengurus anak. Waktupun melesat bersama pengalaman baru menjadi seorang ibu rumah tangga full time.

Saat si kecil berusia 2 tahun, saya masukkan ke play group. Ketika mengantar si kecil ke sekolahnya, saya mulai menyadari adanya waktu “istimewa” yang bisa dimanfaatkan. Sebuah ruang pengembanmgan diri bagi  para ibu yang biasa disibukkan 24 jam mengurus anak dan keluarga. Waktu istimewa tersebut adalah antara pukul 08.00 – 12.00. Empat jam dalam sehari, 20 jam dalam seminggu! What a wonderfull time to be smart mother.
Saya mulai mengamati lingkungan. Memperhatikan rekan pengacara (pengangguran banyak acara) istilah keren para ibu yang sibuk mengantar-jemput anak sekolah. Menyusuri beberapa mall, dan abrakadabra! ternyata banyak  ibu-ibu yang belanja, nongkrong di kafe ataupun wisata kuliner ke resto-resto maupun foodcourt untuk mengisi waktu ketika anakya  di sekolah. Alasannya, mau pulang tanggung! Malas bolak-balik menghadapi jalan yang macet.

Memang, Senin- Jumat bagi ibu bekerja adalah time to work. Sementara bagi sebagian wanita yang lebih memilih berkarir di ranah domestic, adalah hari-hari mempersiapkan dan mengantar anak sekolah. Bagi yang tidak mengantar anak sekolah, ataupun nge-mall, waktu mereka bisa jadi dihabiskan dengan mengobrol di tukang sayur ataupun menonton TV.  Sayang juga bila waktu dihabiskan dengan sia-sia, tanpa manfaat. Meskipun tidak semua seperti itu, ada juga yang aktif mencari kegiatan yang bermanfaat. Hanya memang sedikit sekali seminar, kursus ataupun  acara yang bisa menyesuaikan jam pelaksanaan dengan waktu anak pulang sekolah.
Berawal dari pemikiran tersebut, saya mulai mengajak beberapa teman untuk menggulirkan ide membuat kegiatan untuk para ibu mengisi waktu kosong itu sebagai “Me Time!” dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Baik untuk pribadi, seperti tips-tips tampil cantik dengan kreasi kerudung ataupun tatarias, maupun yang bersifat edukasi seperti pola mendidik anak, yang ringan juga ada semisal menyaksikan fashion show. Saya ajak teman yang juga seorang ibu, dari media untuk membantu publikasi acara, ibu energik untuk mencari sponsor, ibu supel untuk menjaring peserta dan ibu yang pintar disain untuk membuat undangan dan brosur, sementara si ibu yang rapi   mengurusi administrasi. Laskar heboh ini mengusung bendera “Smart Mother Community

Smart Mother Community (SMC) sebuah wadah bagi kaum ibu untuk melakukan kegiatan  yang bermanfaat pada waktu-waktu sekolah anak. Beragam aktivitas dan tempat digunakan buat kumpul mulai dari resto sampai ballroom. Sebutlah talkshow pendidikan dengan tema komunikasi ibu dan anak bersama nara sumber Neno Warisman, talkshow adiksi pornografi menghadirkan psikolog Elly Risman, talkshow kecantikan bersama Inneke Koesherawaty, demo make up, demo masak kue-kue, fashion show  hingga workshop membuat peniti dan gelang cantik.

Ibu-ibu tersebut tidak saja menjadi peserta, ada juga yang terlibat secara aktif untuk membuat dan mengorganisir event. Antusiasme ibu-ibu terhadap acara yang dibuat oleh SMC dapat dilihat dari kehadiran setiap kali mengadakan acara. Paling tidak lebih dari 100 peserta hadir tiap event tersebut. Bahkan ibu-ibu bekerja kantoran banyak yang protes karena tidak dapat ikut karena diadakan di hari kerja, bukan week end.
Saat ini sudah ada 150 orang data base yang tercatat di SMC, kebanyakan berada di wilayah Cibubur. Sejak setahun lalu, sudah 5 event besar yang digelar, ke depan pada bulan Juli-Agustus ini SMC akan mengadakan Bandung Food & Fashion Fieldtrip (BFFF), Bazaar & Fasion show Jelang Ramadhan(BFJR) dan Workshop Hias Toples & Parcel.

Capek dengan kegiatan tersebut? Tentu saja, apalagi komitmen kami adalah tidak mengganggu peran sebagai ratu rumah tangga. Meskipun kadang badan terasa pegal, mata lelah dan mengantuk tugas mengurus anak-anak tidak boleh dilalaikan. Percayalah, semua kegiatan tersebut kami lakukan dengan gembira dan penuh semangat, sehingga meskipun menguras energi tetapi karena hati senang maka badanpun tetap sehat. Saya berharap kehadiran SMC dapat  menginspirasi kaum ibu memanfaatkan “Me Time!” dengan kegiatan lebih bernilai. Jadilah Wanita Kebanggaan, Ibu Juara Satu di mata anak-anak.•

Last Updated on Friday, 17 June 2011 07:15
 

Members Login

Banner
Banner
Banner
Banner