Kenali Makanan Berbahaya PDF Print E-mail

jajananPangan jajanan memegang peranan yang cukup signifikan terhadap asupan energi dan gizi bagi anak-anak usia sekolah. Hasil survei menunjukkan bahwa 36% kebutuhan energi anak sekolah diperoleh dari pangan jajanan yang dikonsumsinya. Oleh karena itu ketelitian kita sebagai ujung tombak keamanan pangan keluarga menjadi sangat penting.


Berikut ini beberapa tanda kandungan bahan berbahaya pada makanan. Selain perlu ketelitian juga bermanfaat dalam melakukan seleksi terhadap tempat biasa kita berbelanja makanan sehari-hari.

MIE BASAH
1.    Tidak rusak sampai 2 hari pada suhu kamar (25oC) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10oC)
2.    Bau agak menyengat, bau formalin
3.    Tidak lengket dan mie lebih mengkilap dibandingkan mie normal

TAHU
1.    Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar (25oC) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10oC)
2.    Tahu terlampau keras, namun tidak padat, permukaan menjadi lebih kering

IKAN SEGAR
1.    Tidak rusak sampai 3 hari pada suhu kamar (25oC)
2.    Warna insang merah tua dan tidak cemerlang, pucat
3.    Jika ikan dibelah, bagian dalamnya sudah agak hancur
4.    Bau menyengat, bau formalin

IKAN ASIN
1.    Tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar (25oC)
2.    Bersih cerah
3.    Tidak berbau khas ikan asin
4.    Tidak dihinggapi lalat

BAKSO
1.    Tidak rusak sampai 5 hari pada suhu kamar (25oC)
2.    Teksturnya sangat kenyal, mengkilat
3.    Warnanya tidak kecoklatan seperti  penggunaan daging namun lebih cenderung keputihan

LONTONG / KERUPUK
1.    Teksturnya sangat kenyal/renyah
2.    Dapat memberikan rasa getir

PEWARNA TEKSTIL
1.    Teksturnya sangat renyah
2.    Dapat memberikan rasa getir

Sumber Majalah Keamanan Pangan Vol. 19 - BPOM

 

Last Updated on Saturday, 25 June 2011 16:38
 

Members Login

Banner
Banner
Banner
Banner