Friday, 17 June 2011 06:38

Keindahan Pantai di Bumi Rafflesia

Written by 
Rate this item
(0 votes)

pantai panjangBengkulu biasanya dikenal dengan bunga Raflesia Arnoldi, bunga raksasa yang unik karena tidak memiliki akar, batang dan daun. Sebagai tempat tujuan wisata propinsi yang terletak di bagian Selatan pulau Sumatera ini belum banyak dikenal. Padahal kota yang terletak di sepanjang bukit Barisan dan  berbatasan dengan samudera Indonesia ini menyimpan beragam keindahan wisata.

Propinsi Bengkulu merupakan sebuah  kota dengan perpaduan pegunungan dan laut. Letak geografis ini menguntungkan dari sisi obyek wisata. Mulai dari wisata alam dengan sungai, pegunungan, danau, pantai pasir putih, hingga peninggalan sejarah seperti benteng peninggalan Inggris, monumen-monumen, rumah tempat tinggal presiden pertama RI Soekarno, beserta masjid yang diarsitekinya.
Wisata kota kali ini terpusat ke tempat-tempat wisata yang terletak di wilayah kotamadya. Selain mudah dijangkau juga menyajikan nuansa beragam mulai dari keindahan alam hingga perjalanan sejarah.

Pantai Panjang
Letak pantai ini hanya 10 menit dari pusat kota. Merupakan pantai dengan pasir putih dengan butiran-butirannya yang halus dan lembut. Di sepanjang pantai tumbuh pohon cemara dengan kehijauannya yang menyejukkan mata.
Deburan ombak yang pecah di tepian pantai, hamparan laut dengan desir angin yang nakal memberikan sensasi akan sebuah kesunyian yang hening. Pantai ini memang masih alami dan sepi dari turis wisata. Bibir pantainya yang memanjang hampir mengelilingi kota Bengkulu ini menyebabkan pantai ini dinamakan “Pantai Panjang”.
Memasuki gerbang utama menuju wilayah wisata pantai, pandangan langsung bertemu dengan deretan cemara. Perpaduan pasir putih, laut dengan pantulan langit biru dan hijaunya cemara, memberi kehangatan tersendiri. Sepi dan hening. Hanya segelintir orang yang terlihat bermain ombak di bibir pantai. Beberapa pondok bambu terlihat kosong. Pantai ini  sangat cocok bagi mereka yang mencari sepi, sejenak melarikan diri dari keriuhan rutinitas kota.
Bila ingin memuaskan memandang laut, di sini juga tersedia hotel dan cottage untuk menginap. Harga sewanya relatif murah, mungkin karena pantai ini belum banyak peminat dari luar kota.
Hanya pada waktu-waktu tertentu pantai ini ramai, seperti saat lebaran, liburan tahun baru, atau bila ada pentas perayaan kota. Di luar itu, kesunyian dan “terpencil” adalah lukisan yang tepat bagi tempat indah ini. Pantai yang menyatu dengan Samudera Indonesia/Hindia. 

Fort Marlborough
Benteng ini terletak di tengah kota yang juga bersisian dengan laut lepas. Letaknya yang mudah dijangkau dan pesona “Tapak Baderi”, pantai yang berada di salah satu sisi benteng ini menjadikannya banyak dikunjungi. Berdiri di atas benteng yang bila diamati dari udara berbentuk kura-kura, kita dapat menikmati keindahan laut. Panorama yang mempesona tersaji saat menikmati “sunset” ketika  senja mulai turun.
Fort Marlborough adalah benteng peninggalan Inggris yang dibuat pada tahun 1714-1719, saat Bengkulu di jajah oleh Inggris. Selain sebagai tempat pertahanan, bila dilihat dari parit besar yang mengelilinginya dan beberapa meriam di setiap sudutnya, benteng ini juga berisi terowongan bawah tanah. Dulu parit tersebut berisi air yang muaranya langsung ke laut dan terowongan tersebut konon juga melintasi bawah laut.
Benteng yang terletak di atas perbukitan ini  dalam kekokohan bangunan dan kesunyian lorong-lorongnya, menjadi gambaran perjalanan sejarah masa penjajahan. Selain tersimpan foto-foto, meriam dan artefak juga suasana yang masih asli. Bangunannya yang luas dan dipenuhi rerumputan asri menjadikan tempat ini menarik.

Rumah Soekarno
Rumah dengan halaman luas yang ditata asri ini memiliki bentuk fisik bangunan zaman Belanda. Mengunjungi rumah yang menjadi tempat tinggal Bung Karno ketika dibuang ke Bengkulu sejak tahun 1938-1942 ini seperti melihat kembali kehidupan lalu.
Selain sepeda, tempat tidur, koleksi baju dan buku-buku, juga terdapat foto-foto Bung Karno. Rumah yang memiliki tiga ruang dengan teras belakang yang luas ini selalu terbuka untuk pengunjung. Cukup mengisi buku tamu dan membayar seribu rupiah, pengunjung dapat melihat-lihat rumah ini.
Setelah puas melihat-lihat, di meja depan dekat pintu masuk dapat diperoleh buku-buku tentang Soekarno yang dijual bersama dengan beberapa macam suvenir dan makanan khas Bengkulu.

Belum Lengkap tanpa Suvenir
Oleh-oleh adalah agenda wajib untuk sebuah wisata. Di sepanjang jalan Soekarno-Hatta dan Anggut, banyak terdapat  pernik-pernik yang bisa dijadikan oleh-oleh. Beragam kerajinan bunga Rafflesia dari kulit, makanan khas berupa lempok durian, kopi dan kue serta batik tradisional kain besurek.
Deretan toko yang terletak di sela-sela rumah penduduk ini menyajikan pilihan yang beragam. Paling banyak adalah berbagai jenis makanan yang sudah dikemas dengan rapi. Sementara untuk kain besurek, ada tempat-tempat tertentu yang khusus menjual kain yang berciri khas motif kaligrafi dan bunga Rafflesia ini.
Umumnya pilihan oleh-oleh yang banyak diminati adalah lempok durian, sejenis dodol yang terbuat dari campuran buah durian. Harga buah durian yang murah saat tiba musimnya, menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar buah berduri ini.

Wisata Menarik Lainnya:

Festival Tabot
Tabot berasal dari kata “Tabut” yang berarti kotak atau peti. Merupakan salah satu upacara tradisional yang sudah ada sejak tahun 1685. Dirayakan setiap tanggal 1-10 Muharam. Pada saat perayaan, dilakukan iring-iringan Tabot yang kemudian berpusat di alun-alun kota.

Masjid Jamik
Tahun 1938-1942 saat Bung Karno mengalami pengasingan di kota Bengkulu, ia sempat merancang sebuah masjid. Letaknya yang dipusat kota memudahkan untuk dikunjungi. Meski telah beberapa kali diperbaiki, bentuk dan ornamen di dalamnya masih asli dari rancangan Soekarno.

Danau Dendam Tak Sudah
Danau yang disepanjang tepinya ditumbuhi anggrek air Vanda Hookeriana ini berlokasi 8 km dari pusat kota. Danau ini dikelilingi sebuah bukit kecil dengan bukit barisan sebagai latar belakangnya.

Pulau Tikus
Pulau ini dikelilingi oleh pulau-pulau kecil lainnya dengan keindahan karangnya yang berwarna-warni. Pulau ini menyajikan wisata laut yang menarik, dapat ditempuh selama satu jam dari kota Bengkulu dengan menggunakan speed boat.

Taman Hutan Raya
Berlokasi 16 km dari pusat kota, taman ini dapat dicapai dengan semua jenis kendaraan roda empat. Selain sebagai daerah observasi dan perkemahan, tempat ini juga menarik dengan pemandangan alamnya.•

 

 

 

Read 2860 times Last modified on Saturday, 18 June 2011 13:41
More in this category: Tempat Wisata di Saudi Arabia »